Headlines News :
Home » » Antara Tabu dan Tidak

Antara Tabu dan Tidak

Jangan pernah katakan munafik pada kaum perempuan yang kerap bersikap malu-malu tapi mau saat mendapat rangsangan yang konon dianggap tabu oleh sesepuh kita jaman dulu.
Mereka bukanlah munafik, hanya saja mereka tidak jujur mengungkapkannya. Lebih tepat lagi adalah malu. Dan harus diakui, ini sangat dominan terjadi pada sebagian besar perempuan di negeri ini. Jauh berbeda dibandingkan sikap perempuan negara-negara maju yang cenderung liberal dan terbuka soal seks.

Pamali. Tabu. Tidak etis. Itulah alasan yang kerap didengar dari bibir-bibir perempuan kita saat para pria 'merambah' areal terlarang milik perempuan. Namun apalah daya seorang perempuan saat berhadapan dengan kekuatan pria pasangannya yang memiliki sifat 'penjelajah', yang tak puas hanya mengeksplorasi areal sensitif yang terlihat, namun justru makin bergairah menjamah bagian sensitif milik perempuan hingga yang tersembunyi.

Nah, yang menjadi masalah sekarang adalah banyaknya pengalaman kocak yang menggemaskan, dimana bibir perempuan 'kuno' ini kerap berkata TIDAK atau JANGAN, namun tubuh mereka berkata sebaliknya, justru merasa jauh lebih terangsang dan penuh sensasi.

Bisa saja bibir perempuan berkata tidak atau jangan, namun di balik semua itu mereka justru mendapatkan kenikmatan berlipat daripada stimulan yang konvensional dan biasa-biasa saja.

Inilah sisi ketidakjujuran perempuan, terlepas mereka adalah sosok lembut, namun sesungguhnya penuh dengan rahasia keindahan yang tak terbayangkan. Ibarat kata mereka bahkan mampu menghancurkan dinding tebal kekuasaan seorang Julius Caesar sekalipun.

Lantas, apa saja sih macam yang membuat kaum hawa 'salah tingkah' dan dianggap tabu oleh orang-orang tua kita ini? Simak rincian berikut:
1. Melihat alat vital pasangan berlama-lama.
2. Perempuan yang menyentuh penis tanpa 'diperintah'. Ini termasuk juga soal oral seks pada penis, kecuali ada 'perintah' dari si pria.
3. Pria melakukan oral seks pada vagina.
4. Merangsang dengan cara memasukkan jari ke dalam vagina.
5. Merangsang pantat.
6. Perempuan merangsang diri sendiri atau lebih dikenal dengan masturbasi.
7. Perempuan yang mengajak bercinta.
8. Perempuan bertipe 'berisik' saat bercumbu.
9. Berkata-kata vulgar.

Selain di atas ada hal tabu yang hingga kini masih kental dalam masyarakat kita, antara lain:
1. Perempuan bercumbu di posisi atas atau lebih dikenal dengan variasi Woman on Top.
2. Berhubungan seks dengan gaya meniru persetubuhan binatang.
3. Bercumbu dan bercinta di bawah lampu terang. Bercinta di siang hari juga termasuk kategori ini.
4. Bercinta tanpa busana. Orang-orang tua kita bilang perbuatan ini mencerminkan sifat tidak tahu malu.
5. Berhubungan seks selain di ranjang. Misalnya meja makan, kamar mandi, sofa dll.
6. Menumpahkan air mani di atas tubuh pasangan selain dalam vagina.
7. Menelan air mani.
8. Anal seks dan berhubungan intim dengan sesama jenis, dll.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Template
Copyright © 2011. Kabar lamongan - All Rights Reserved